Showing posts with label wanderlust. Show all posts
Showing posts with label wanderlust. Show all posts

2.20.2017

My first ever road trip!!

Halo!

Jadi, ide road trip ini muncul dari temen gue, Abin yang emang hobinya jalan-jalan dan kebetuluan juga doi punya SIM internasional. So, setelah nulis ujian terakhir, Abin jemput gue dan Nanda di kampus dan setelah itu kami langsung cabut ke Luxemburg. Perjalanan dari Rüsselsheim (kampus gue) ke Luxemburg kurang lebih 2,5 jam. Dan kami memutuskan buat pause setelah 1 jam perjalanan dan mampir ke kota kecil bernama Cochem yang letaknya di pinggir sungai Mosel. Altstadtnya cantik, agak mirip sama Rüdesheim. Sayangnya waktu kami kesana lagi hujan, jadi mood buat keliling kota udah ilang.

Setelah istirahat selama kurang lebih sejam kami pun lanjut lagi. Kami tiba di Luxembourg sekitar jam 19:00. Check-in hotel, trus nyari makan malem. Surpirisngly, gue shock liat harga menu makanan di sini. Soalnya, jauh lebih mahal dari di Jerman buat sekali makan. Karena kami udah laper banget dan butuh makan yang bener-bener bikin kenyang. Akhirnya, kami pun makan di resto Asia  yang kami temuin di depan mata waktu itu.
#AsianFoodForLife

Besoknya, tempat pertama yang kami tuju adalah Carrefour! It's a must kalo pergi ke suatu negara buat beli dan nyobain cemilannya. Ini supermarket surganya cemilan sih, kami semua kalap beli segala macem cemilan yang gaada di Jerman kayak Cheetos, Nutella B-ready, permen sugus, tim-tam, dan masih banyak lagi. Ga lengkap rasanya kalo ke Luxembourg ga sekalian ngafe cantik di Ladureé sambil makan macaron-nya yang terkenal itu. Well, sebenernya Luxembourg biasa aja sih. Cukup banget seharian kalo lo mau keliling Zentrumnya. Kayaknya gue kesini sebenernya cuma buat belanja doang di Carrefour deh :p



Nah besoknya sekalian balik ke Jerman, kami mampir dulu ke Metz, sebuah kota kecil di Perancis. Karena hari Minggu, toko-toko di kota tutup semua. Jadi, kami cuma jalan keliling di pusat kota, makan siang dan foto-foto. Dan...sialnya orang-orang disini gak ada yang bisa ngomong bahasa Inggris. Jadi, terpaksa deh harus ngomong pake bahasa tubuh buat nanya-nanya.

8.28.2016

Exploring Bangka

Berenang di pantai adalah salah satu top list gue selama liburan gue di Indonesia. Thanks to om Cipto, a friend of my papa, for making this trip happen. So, voila! Ini dia trip keluarga gue selama tiga hari di Bangka. 

Hari pertama gue diisi dengan wisata kuliner di kota Pangkal Pinang. Makanan khas Pangkal Pinang kebanyakan berbahan dasar ikan. Mulai dari mie, keripik sampai otak-otak gue cobain semuanya. Siangnya kami berkunjung ke klenteng. Karena mayoritas penduduk pulau Bangka keturunan tionghoa, makanya banyak sekali ditemukan klenteng-klenteng di sekitar kota. Sore harinya menikmati sunset di pantai dekat hotel, jalan-jalan di sekitar alun-alun, lalu berkunjung ke rumah om Cipto. Ah ya, om Cipto juga cerita minggu kemarin baru dibuka bioskop pertama di pulau Bangka. Jadi, hype nonton di bioskop lagi tinggi-tingginya disana.


Di hari kedua gue mengunjungi beberapa pantai-pantai eksotis di sekitar pulau Bangka. Ciri khas pantai di sekitar pulau Bangka adalah warna air lautnya yang hijau toska dan batu-batuan besar yang berjajar di pinggir pantai. Hal yang spesial di hari kedua adalah gue dan keluarga bisa sarapan ikan yang di bakar seadanya dari hasil buruan nelayan di pagi hari itu.

Sayang banget, terumbu karang di sekitar pantai pada mati karena efek penambangan timah. Kalo mau liat pemandangan bawah laut yang cantik kita harus naik boat dulu sedikit ke tengah laut.

Di hari ketiga gue mengunjungi danau Kaolin. Danau ini terbentuk dari bekas galian penambangan timah. Yang uniknya danau ini terdiri dari dua sisi yang terdiri dari dua warna yang berbeda. Sisi sebelah kiri airnya berwarna hijau toska dan sisi sebelah kanan berwarna biru langit. Konon katanya sih air di danau itu mengandung Kaolin, makanya warna airnya bisa beda-beda gitu.
Selanjutnya gue mengunjungi hutan palawan.  Keberadaan pohon palawan dan produksi madu pahit bikin hutan ini jadi objek wisata. Pohon palawan ini digunakan oleh penduduk setempat sebagai tiang penyangga tempat merambatnya tumbuhan lada yang banyak tumbuh di Bangka. Selain itu juga batang pohon Pelawan digunakan untuk kayu bakar. Karena lebah-lebah di hutan Palawan mengisap serbuk bunga pohon Palawan, jadi madu yang diproduksi lebah-lebah rasanya pahit. Dan itu yang bikin terkenal. Next destination is museum PN Timah. Yap, kepulau Bangka-Belitung sangat terkenal dengan hasil timahnya. Selama disana, sering banget gue ngeliat pemandangan di pedalaman-pedalaman gitu banyak bekas hasil galian timah yang ditinggal gitu aja dan ga diperbaiki ekosistem di daerah penggalian. Dan ternyata, ya pengerukan timah itu udah dilakukan dari jaman penjajahan dulu. Dan trip di pulau Bangka pun diakhiri dengan makan seafood dengan dessert martabak! Nyum!!!!

5.06.2016

A short gateway to Limburg (Lahn)

I finally have a long weekend!!! 

Setelah sebulan sibuk dengan kuliah, tugas dan deadline. Kali ini gue berkunjung ke kota tetangga Limburg an der Lahn, yang letaknya hanya sejam dengan kereta dari Wiesbaden dan Frankfurt. Kota ini termasuk kota yang termasuk kota sedang di Jerman. Maksudnya bukan kota besar juga bukan termasuk desa. Oldtownnya cantik banget dan kota ini juga dilewati sungai Lahn. Makanya nama kotanya Limburg an der Lahn. Karena hari libur dan akhirnya matahari bersinar di Jerman, jadi banyak orang yang beraktivitas diluar dan di pusat kota cukup ramai. 

I also made a mini video to show you guys what I've done in this beautiful city.

 

4.02.2016

Around Vienna part 2

Day 3.
Hari terakhir di Vienna!! Jadi harus di puas-puasin dan kegiatan di hari ini pun cukup padat. Destinasi pertama yaitu Schloss Belvedere. Di dalam istana ini ada salah satu lukisan yang paling terkenal dari Vienna, Die Küss (The Kiss) yang di lukis oleh Gustav Klimt pada tahun 1908. Lukisan ini juga sangat kontroversial pada masanya. Ya, seperti biasa ada pro dan kontra. Karena tiket masuk ke istananya cukup mahal, kami pun hanya foto-foto dari luar istana saja. 
That famous painting: Die Küss
Tujuan selanjutnya adalah...Uni Vienna yang terkenal dengan arsitekturnya yang kece banget. Sayangnya, kami berkunjung kesana di hari Minggu which is kantinnya tutup & perpustakaannya juga pasti tutup. Jadi kita gabisa makan di kantin & masuk ke dalam perpustakaannya. Tapi, dengan jalan-jalan di sekitar kampusnya aja gue udah puas banget dan kagum banget sama arsitektur kampusnya. Dan bikin berandai-andai buat lanjut kuliah disini hohoho
Destinasi selanjutnya adalah Burggarten!! Ini juga salah satu dari banyak istana yang ada di Vienna. Asli deh di Vienna banyak banget ada istana. Dan sering banget ada acara konser mozart di sana. 

Dan hari terakhir ini pun ditutup dengan jalan-jalan di pusat kota dan makan kue Sacher di Hotel Sacher. Oya, ada cerita unik juga ketika kami lagi makan kue Sacher ini. Jadi, seperti ala-ala foodie gitu. Gue sama Abin sibuk foto-foto kue sama interior cafe ini. Nah, disamping kami ada sepasang bapak-ibu yang ngeliatin dan ngetawain tingkah kami yang mungkin keliatan norak hahaha. Lalu bertanyalah si bapak ini, dari mana turis-turis norak ini berasal. Si bapak-ibu ini berasal dari Amsterdam, dan trip ke Vienna dalam rangka ulang tahun si istri. Setelah ngobrol banyak, ternyata mereka nginep di hotel yang sama dan lantai yang sama dengan kami. Dan si bapak ini udah beberapa kali berpapasan sama kami di hotel tapi kaminya aja yang ga nyadar hahaha. Lalu, mereka pun cerita kalau mereka sempet berdonasi untuk penyediaan air besih di Indonesia di daerah Sumba atau Lombok gitu gue lupa. Padahal pasangan bapak-ibu ini belum pernah ke Indonesia dan mereka cuma dengar kabar dan berita soal Indonesia dari media dan dari temen mereka yang juga dari Indo (FYI, di Belanda banyak banget resto Indo jadi doi ga asing lagi sama Indonesia). Gue agak sedikit tersentuh saat itu. Sementara gue....belum bekontribusi apa-apa buat negara gue :( Dan btw, kue Sachernya enak banget!! 
Gue puas banget sih bisa explore Vienna dan suka banget sama ambience kotanya. Banyak banget gue ketemu orang yang jogging di tengah kota, naik delman di kota, banyak juga orang yang bersepeda di kota, banyak juga anak mudanya. Kotanya juga internasional banget. Mungkin karena kota wisata juga dan banyak international student disana. Tapi somehow gue ke Vienna tuh ga berasa kayak di luar Jerman, mungkin karena masih pake bahasa Jerman juga kali yaa. Jadi ga begitu kerasa kayak di luar negeri hohoho. Tapi sayang banget ketika gue kesana cuacanya lagi ga bersahabat. Selama 3 hari itu tuh, hujan, mendung, berangin, dingin. Dan stok tolak angin kita bertiga pun semakin menipis. 

PS: Hal yang gue suka juga dari Vienna adalah di sana ada Uber. Jadi, temen gue download Uber dan dapet kupon 10€. Lalu gue di invite, dan karena gue baru download Uber, jadi gue dapet kupon gratis 10€. Dan begitu juga seterusnya ke temen gue yang satu lagi. Jadi, liburan gue kali ini sebenernya di sponsori oleh Uber hahaha :p

Around Vienna part 1

Akhirnya bisa melaksanankan salah satu list yang ada di bucket list gue, yaitu mengunjungi Vienna. Yap, Vienna, ibu kota dari Austria. Gue kepengen banget mengunjungi kota ini setelah gue baca novelnya Yoana Dianka, yang judulnya Til We Meet Again. Gue baca novel itu kalau ga salah, ketika gue SMP kelas 9. Terlebih lagi, film 99 Cahaya Di Langit Eropa juga bersetting di Vienna. Gue pun makin mupeng dan fix harus banget berkunjung ke sana.

Perjalanan gue dimulai dari Main Station Mainz pukul 23:00. Jadi, gue dan teman-teman gue, Abin dan Nanda, sengaja ambil kereta tengah malam supaya kami bisa punya waktu lebih banyak buat explore Vienna. Tapi, kenyataannya sampai di Vienna kami malah tepar. Perjalanan ke Vienna dengan kereta di tempuh sekitar 9 jam. 

Day 1
Karena kami sampai di Vienna cukup pagi, dan belum bisa masuk ke hotel. Jadi hari pertama dimulai dengan sarapan disalah satu bakery yang direkomendasikan trip advisor dan Abin: Joseph Brot vom Pheinsten. Bakery ini memang cuma ada satu-satunya di Vienna. Dan asli ini enak banget!! Tapi ya...masih lebih enak sarapan ala indo pake nasi uduk komplit sama lauk pauknya.


Lalu, tujuan kami selanjutnya adalah Schloss Schönbrunn. Sayangnya, ketika gue berkunjung kesana cuacanya lagi kurang bersahabat. Mendung, gerimis dan berangin. Jadi kami hanya ikut tur di dalam istana & jalan-jalan di sekitar taman istana. Sayangnya, pengunjung ga diizinkan untuk mengambil gambar di dalam istana. Alhasil gue cuma foto-foto di luar istana.


Tujuan selanjutnya adalah makan siang di restaurant Pakistan, yang terkenal dengan slogannya "All you can eat & pay as you wish". Lokasi restaurant ini cukup strategis, karena lokasinya berada di daerah kampus. Jadi, banyak anak-anak kampus yang makan siang disini. Kebetulan saat itu lagi pas banget jam makan siang. Kami pun hampir ga kedapetan tempat duduk dan sempet nunggu beberapa menit buat dapet duduk. Jadi, waktu itu gue makan nambah 2 kali plus ronde terakhir gue makan dessert. Dan gue cuma bayar 6€ saja :p Definitely worth it buat traveller kere kayak gue wkwkwk
Day 2.
Hari kedua di Vienna dimulai dengan mengunjungi Flea Market. Karena kami cukup tepar di hari pertama jadi di hari kedua ini kami agak kesiangan bangun jadi keluar hotel pun pas banget jam makan siang. Sebenernya, tujuan kita saat itu nyari restaurant asia untuk makan siang. Tapi ga sengaja di tengah perjalanan ngelewatin Flea Market. Dan alhasil kami malah window shopping di Flea Market. 
Selanjutnya kami mengunjungi Hundertwasserhaus. Sebenernya ini tuh rumah warga, tapi karena arsitekturnya unik jadi bangunan ini dijadikan sebagai objek wisata. Bangunan ini juga sebenernya ada di Jerman, dan gue pun juga udah pernah kesana. Tapi, entah kenapa gue tetep harus ke sana wkwkwk
Destinasi selanjutnya adalah the famous ferris-wheel in Vienna. Ferris-Wheel ini cukup spesial karena dulunya terbuat dari kayu. Tapi sekarang sih udah di renovasi. Oya, ferris-wheel ini juga jadi setting di film Before Sunrise loh. Dan....kita juga bisa ala-ala romantis dinner gitu di dalem kabinnya. Tapi....harus booking dulu dan cukup mahil sis :(
Dan terakhir makan-makan cantik di salah satu konditorei terenak di Vienna. Kabarnya sih pemerintah Arab Saudi pernah ekstra pesan kue dari sini, untuk acara di sana. Lalu akhirnya, konditorei ini pun buka cabang di sana. 

2.19.2016

A day with Relieta




Relieta kommt nach Wiesbaden!!! Fyi, Reta a.k.a Relieta is a best friend of mine since Junior High School. We spent a day together by having a city tour around Wiesbaden, eating at Thai-Restaurant, having a cup of hot chocolate, sitting at the park, playing mix and match at Zara, doing some make up and having a photo-shoot.

10.17.2015

Chasing a night view

A friend of mine got a visit from Cologne. His name is Ario. He came far away from Cologne to Wiesbaden to visit Abin and also wanted to visit Frankfurt Book Fair. Both of Ario and Abin interested in photography. Ario and Abin managed to do a photo shoot of Frankfurt Night View from Frankfurt Main Tower and they asked me to go along with them. After we had a dinner at Gerobak Kaki Lima, we suddenly met Adit and Mutia. And both of them ended up to go with us. Btw, Adit also has interest in photography and he also has a mega-geil camera. Fortunately, he brought his camera last night and we did some photoshoot from above. 

I have visited Frankfurt Main Tower once at noon. I could see a breathtaking & beautiful view of Frankfurt City from top. But I haven't visited Frankfurt Main Tower at night. Because we came at Saturday night, we met a few of young couple who were dating there. The ambiance from Frankfurt Main Tower at night is very romantic and very beautiful. We can watch cars, trains, trams, and buildings from above. We could also feel the quietness of the night. I had a feeling like I was in Jakarta by seeing Frankfurt from above. 



Night, Pals!!!
-Luf :) 

PS: All of pictures are taken by Adit and I would tell you about Frankfurt Book Fair on the next post.

9.20.2015

Budapest Trip : Part 3

Day 4 : Minggu, 30.08.2015
Gellert Hill & Statue of Liberty
Ini adalah hari terakhir gue di Budapest. Pagi ini, gue mengunjungi sisi yang lain kota Buda yaitu Statue of Liberty yang letaknya diatas Gelert Hill. Akses buat naik ke atas bukit cuma bisa ditempuh dengan jalan kaki dan cukup melelahkan. Tapi....ketika sampai di atas bukit semua lelah dan keringat pun terbayar oleh pemandangan yang indah banget. Memang yaaa Budapest never fails to amaze me.
Gelert Hotel & Gelert Hill
The Statue of Liberty
Awwww what a beautiful view!!!
Dohany Synagogue & Jews Museum
Our next stop is Synagogue. Karena letaknya di tengah kota, jadi cukup mudah untuk menuju ke tempat ini. Yahudi punya sejarah yang cukup kental di Hungaria terutama ketika perang dunia berlangsung. Ketika perang dunia berlangsung banyak sekali terjadi pembantaian terhadap orang-orang Yahudi di Hungaria. Ketika mengunjungi museum ada  tugu dan list nama-nama beberapa korban orang-orang Yahudi pada saat itu. Dan ketika gue berkunjung kesana, kebetulan banget lagi ada Jewish Festival di Synagogue-nya. Jadi ada mini-concert  gitu terus ada tarian juga. Tapi sayangnya, itu gak gratis. Jadi gue ga dateng deh ke festivalnya hohoho.
Jadi, tujuan gue selanjutnya seharusnya adalah ikut Tour River Ride. Di Tour ini kita naik bus amfibi (soalnya busnya bisa buat di darat sama di air) keliling kota Budapest juga menyusuri sungai Danube. Nah, ketika gue dan temen-temen gue sampai di meeting point si petugasnya bilang tournya harus di cancel karena keadaan sungainya ga memungkinkan buat tour. Dan.....semua peserta tour pun kecewa, termasuk gue dan temen-temen gue yang udah excited banget waktu itu. Akhirnya, kita memutuskan buat nyari oleh-oleh deh di Great Market Hall dan nemenin temen gue ke stadion buat beli baju bola club lokal Hungaria disana. Sorenya, kita jalan-jalan di City Center dannnn gak lupa juga ngeliat sun set di tepi sungai Danube.


Thank you Budapest! I really had a great experience here.

9.16.2015

Budapest Trip: Part 2

Castle Hill: Buda Castle, Matthias Church, Fisherman Bastion, National Gallery, Hospital in the Rock 
Di hari ketiga gue mengunjungi kawasan Buda Castle yang terletak di sebuah bukit
Castle Hill  di kota Buda. Untuk menuju tempat ini, kita harus menyebrangi Chain Bridge yang bisa ditempuh dengan jalan kaki atau naik bus. Castle Hill is one of my favourite place. Ketika gue sampe diatas bukit, gue kayak ada di sebuah negeri dongeng ala-ala kartun barbie atau princess disney (ini lebay sih hoho). Terlebih lagi kita bisa liat pemandangan seluruh kota dari atas yang cantik banget. Selain itu setiap sudut dikawasan ini ada sejarahnya dan punya cerita sendiri. Jadi, banyak banget tempat-tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi. 
1. Breathtaking view from the top of the hill: Chain Bridge and Danube River // 2. Buda Castle // 3. Matthias Church // 4. Welcoming painting at the National Gallery // 5. Food Bazaar di taman Buda Castle // 6. Sandor Palace // 7. Me at Fisherman Bastion



Tempat selanjutnya dikawasan Buda Castle ini yang harus dikunjungi yaitu Hospital in The Rock. Jadi, tempat ini dulunya adalah sebuah rumah sakit emergency rahasia yang terletak di bawah tanah Buda Castle ketika Perang Dunia ke 2. Rumah sakit ini sebenarnya hanya di desain untuk menangani sekitar 70 pasien. Tapi, ketika perang berlangsung rumah sakit ini pun terpaksa harus menangani pasien dengan jumlah sepuluh kali lipatnya, yaitu sekitar 600-700 pasien. Setelah perang berakhir, rumah sakit ini pun beralih fungsi menjadi sebuah nuclear bunker. Di dalam museum ini ada sekitar 70 patung lilin yang ceritanya lagi reka adegan di rumah sakit ketika perang dunia ke 2. Sayangnya untuk mengunjungi museum ini harus ikut ter berjadwal. Jadi gabisa langsung dateng ke sana trus masuk. Untungnya waktu gue kesana lagi pas banget tur terakhir di hari itu dan setengah jam sebelum tur dimulai. Karena didalem museum gak boleh foto-foto jadi foto dari luar aja sama foto bareng peserta tur.
Parliament Building and Memorial Shoes at the Danube
Sore harinya, gue mengunjungi gedung parlemen dan Memorial Shoes yang terletak di tepi sungai Danube. Sebenernya sih gue pengen banget masuk ke gedung parlemennya. Tapi...yang bikin malesnya harus ngantri dan lagi-lagi harus daftar tur dulu sebelumnya.  Jadi, cuma bisa mengunjungi gedung ini dari luarnya aja sambil menikmati pemandangan sun set di tepi sungai Danube.
New York Cafe
Malamnya, gue dan temen-temen gue ceritanya mau sok-sokan fancy dining gitu. Soalnya berdasarkan Trip Advisor, Resto ini tuh salah satu restaurant paling cantik dan paling terkenal di Budapest dan intinya harus berkunjung kesana lah. Nah, kebodohan kita adalah belom ngecek harga menunya sebelum pergi kesana. Alhasil, jeng jeng jeng. Kita shocked sendiri ngeliat harga makanannya hahaha. Jadi, kita cuma makan desert doang sama minum es teh yang paling murah lol. Dan berakhir masak pasta sendiri buat makan malam di hostel.