3.01.2017

A day at Senckenberg Museum

To me, visiting museum is one of my favorite activities besides watching films.

According to google, the Senckenberg Museum is one of the largest National History Museum in Germany and exhibits the biodiversity of life and evolution of organisms as well as the change of planet earth over million years. And I've been wanting to visit this museum ever since I moved to Wiesbaden. So, Nure and I have been decided on our first week of holiday to visit this museum. We met at Frankfurt Train Station and took U-Bahn to get there. It only costs 4,5€ for Students. 
I can say that the museum is extremely huge because it took 4 hours for us to look around the exhibitions. It always gave us goosebumps when me moved from one section to another one. My favorite section is the prehistoric section on the ground floor where groups of dinosaurs are displayed.
It was a nice experience though!!!

12.04.2016

Pada akhirnya, kehilangan teman adalah hal yang wajar

Jadi beberapa hari lalu, gue baru teleponan sama teman gue. Dan kami menyadari satu hal. Dalam hidup kita pasti bakal mengalami kehilangan teman. Entah gimana ceritanya, pasti mereka akan berguguran dan berganti status. Yang tadinya erat ga bisa dipisahin, lalu hanya jadi sekelebat. Yang tadinya chattingan setiap saat jadi hanya sebatas pesan singkat. Yang tadinya sahabat, jadi asing sama sekali atau malah jadi adu debat. 

Menurut gue, ada beberapa alasan yang menyebabkan kenapa kita bisa kehilangan teman ketika kita beranjak dewasa.

Terkadang kita kehilangan teman karena hal yang paling klasik, perubahan prioritas dan jalan hidup. Yang awalnya punya agenda yang sama, lingkungan yang sama, di negara yang sama, terus sekarang jadi beda. Atau mungkin walaupun udah beda lingkungan tapi masih bisa berteman walaupun intesitas pertemuannya menurun drastis. Ada juga yang susah buat dipertahankan terus akhirnya ya berakhir gitu aja. Ga ada kontak lagi,

Alasan kedua karena berubahnya prinsip hidup. Entah kenapa semakin bertambahnya umur, kita semakin males taking crap from other people, right? Kalo misalnya ga suka sama status teman di social media, dalam hitungan detik kita bisa langsung nge-unfriend atau nge-unfollow si teman. Lalu karena kita sering baca feed dia di social media tanpa ngobrol langsung,  kita malah jadi berasumsi yang aneh-aneh tentang keadaan doi. Terus kita ngerasa beda prinsip dan jadi males buat ngeladenin dia lagi. Pasti sering banget ga sih penggalan kayak "Kenapa deh dia jadi gitu sekarang di soc-med? Gue jadi males." pernah diungkapin, kan? 

Sebenernya ini mungkin bisa diatasi. Menurut pengalaman pribadi gue, ada loh orang yang di dunia nyata ya emang beda sama di dunia maya dan emang lebih asik buat ditemenin ketika kita lagi sama dia. Tapi ya, kalo emang ketika ketemu secara langsung doi udah berubah banget dan gak bisa diterima lagi. Ya mau gimana lagi? Tapi biasanya sih orang yang prinsip hidupnya udah berubah drastis, dia sendiri sih yang bakalan ngejauhin kita pelan-pelan. Hmm...sedih sih. Tapi gimana dong? People change. 

Nah yang terakhir adalah karena sebuah kejadian yang ga biasa. Bisa jadi konflik atau lagi mengalami hal yang sulit dan ga sepaham buat menyelesaikannya. Terus biasanya yang kayak gini bakal melibatkan perasaan. Ada quotes yang menarik tentang hal ini nih dan bisa menjawab semuanya.
"when things doesn’t go our ways, we should just try new ways. And it’s true that we apologize or forgive some people no matter what because we still want them in our life. But sometimes, we cut someone from our life, simply because they hand us the scissor."

Anyway,sebenernya masih banyak alasan-alasan yang lain yang bisa menyebabkan kita kehilangan teman. Tapi menurut gue, kita memang harus kehilangan teman, karena pelajaran yang kita dapat dari dia udah cukup. Ada juga yang sebaiknya harus dipertahankan karena kita masih harus belajar dari mereka. Nah pada intinya sih, ga ada yang namanya sebuah hubungan bisa bertahan tanpa sebuah usaha. Jangan pikir, teman yang kita punya bakalan mau berteman sama kita kalo kita ga ngapa-ngapain.  

Buat gue sendiri, teman-teman yang gue punya sekarang sih masih gue usahakan dan mereka juga memang layak ada di kehidupan gue. Kita mungkin emang ga sering ketemu, hanya sebatas bertukar kabar lewat chat, telepon atau video-call. Tapi kalo ketemu langsung ya ga ada yang berubah. Ga tau semua rahasia tapi juga ga menutup-nutupi. Walapun mereka ga selalu ada, gue tau kalo mereka ada. Gue harap mereka juga tau kalo gue ada. 

Cheers!!!